Archive Page 2

try to call….

Sore hari ini…ga tau..hari ini bener2 ga bersahabat dengan waktu saya…argggghh…tapi ya sudahlah emang manajemen waktu saya yang jelek kali ya. Tapi meskipun hari ini menyebalkan…kenapa musti ditutup oleh kejadian konyol ini…arrrgghhh kesel…lucu…konyoll…aneh lah pokoknya.

Ceritanya sore ini aku diminta salah seorang dosen buat integrasi antara asterisk*, PBX(telephone exchange), wireless access point untuk media akses voip via handphone dual gsm-wifi serta sebuah mesin aneh dari pt *u*sar berupa converter…atau lebih tepat disebut penyambung lidah dari gsm ke rj-11(kita namai gphone aja dech biar pendek). Udah 3 hari sich alat2 itu ngendon di lab ku kcuali gphone yang baru dikasih siang ini. H-2…atau dua hari yang lalu koneksi antara x-lite(laptie-ku sayang) <-> asterisk* <-> pbx(telephone analog) sudah berjalan lancar. H-1…wireless sudah jalan(ternyata cuman kabel wireless ke switchnya ngaco :p)..jadi x-lite <->asterisk<->hp-wireless sukses berjalan..begitu juga dengan telepon analog.

Menginjak hari ini…siang hari gphone dianter ke lab-ku. He..he..he maenan baru nich..segera aja aku coba pasang…eh..baru nyadar..ini inputnya mana..cara aksesnya gimana…cara ngechek sukses ganya gimana??hmmm…hmmm…cari manual ternyata ga ada..segera browsing ke www.*u*sar.co.id .arrgghh..manual cuma 2 lembar..itupun yang buat cdma…yang ke gsm ga ada filenya…ya udah dech..sabar..sabar. Lagipula cdma ama gsm khan sama aja secara fisik..ooo ternyata bener harus make simcard..segera saja tanpa ragu..tanpa ampun kubuka…lho koq tempat simcardnya dililin?tuingg…tuing..yo wis segera aja kutelp *u*sar itu..(di sana ditulis 24 jam lho)

telepon ke no bandung (022)****8*** ……… …. … MAAF TELEPON YANG ANDA HUBUNGI BELUM TERPASANG
arrggghhh…ini perusahaan beneran ga sech??oke..sabar..sabar…coba no-telp ke dua
telepon ke no bandung (022)****9*** ……… …. … MAAF TELEPON YANG ANDA HUBUNGI BELUM TERPASANG
arrgghhhh..mulai emosi aku…(kalo di game diner dash..kepalanya dah panas..dah beruap dan hatinya tinggal 2)
coba ke no jogja deh (0274) *******…… …. ….MAAF TELEPON YANG ANDA HUBUNGI TIDAK BISA MENERIMA PANGGILAN..
mana ini 24 jam yang dituliss…(hati kalo di diner dash tinggal atu nich)…alternatif terakhir..telepon no semarang ..(024)*******…. ….

*u*sar : ada yang bisa saya bantu pak?
abdi : cara masang sim card di gphone gimana ya pak?
*u*sar : ga bisa dipasang sendiri pak musti datang ke counter kami di bandung nanti dipasang teknisi kami disana…
AAARRRRGGGHHHHHHH…TOLONGGGGGGGG…..

Saling pinjam ala rektor…

Beberapa hari yang lalu ngobrol ma temen…cerita-cerita mengenai dunia kampus..dunia mahasiswa..dosen-dosen dan tentu saja mengenai pemimpin para dosen dan mahasiswa itu sendir. Sang alenatore..bapak jenderal direktur…presidennya dunia kampus…yang terhormat bapak rektor.

Apa ya yang diobrolin waktu itu??….agak lupa juga :)) (tertawa getir seorang pelupa).  Yang pasti salah satu bahan obrolannya mengenai seperti apa sich para rektor kalo berkumpul…kalo ngobrol n sharring. Nach..kebetulan dulu pernah ngurusi video conference yang menghubungkan beberapa rektor universitas tinggi di Indonesia. Ada Rektor ITS..Rektor UI..Rektor..dll.

Nach..yang seru obrolan mereka ternyata ga melulu masalah teknis…kadang bercandaan ato berbangga-banggaan. Ga penting gitu dech…eh..ada juga sich yang isinya tentang pinjam-meminjam..kucuplik seingatku aja ya…dengan bahasa yang lain tentu aja…Insya Allah isinya sama:

  • Rektor UGM : Wah..denger2 ITS menang lomba robot lagi..selamat ya pak
  • Rektor ITS : Wah..kebetulan aja koq pak…terima kasih dah memberi selamat
  • Rektor UI : Masak ga pernah bagi-bagi sich…diambil ITS terus..
  • Rektor UI : Sekali-sekali UI pinjam piala lomba robot dari ITS pak
  • Rektor ITS : Kalo saya pribadi sich ga masalah pak…silahkan saja kalo mau pinjam piala itu
  • Rektor ITS : tapi kalo anda mampu mengambilnya…
  • Aku dan kawan-kawan :…arggghhh…tantangan yang sangat menusuk…

Kapan ya..aku bisa ikut ngobrol ga penting di forum yang seharusnya cukup penting itu :D .

UU ITE …undar-unduring jaman??

Dah banyak blog yang membahas tentang UU ITE…ada juga yang sampe mengadakan petisi-petisi untuk membuka kembali gerendel yang membelenggu yo***be, ato musti kutulis **utu** ?whateperlah…yang pasti seolah internet Indonesia goncang…ato dengan pilihan kata yang baik bisa dibilang bangun?

UU ITE…apakah suatu pembodohan bangsa…kemajuan bangsa…ataukah…mungkin di satu sisi merupakan pre-kemajuan bangsa.
Ada yang bilang bahwa ini bener2 pembodohan bangsa..hmmm..mungkin sich :D …Dengan melihat dari sudut pandang bahwa pemerintah mulai menerapkan “kebijaksanaan2″ yang kurang “dewasa”… kurang “bijaksana” (jadi harusnya bukan kebijaksanaan donk :p) dengan peraturan2 yang selayaknya tidak diberlakukan/ditujukan oleh orang dewasa yang bisa mikir dan menimbang..
Ada juga lho banyak pihak yang beranggapan bahwa ini adalah merupakan suatu langkah kemajuan..di salah satu milis resmi dikti, bentar ya…aku copy paste khan….

>kalo saya jadi depkominfo
> banyak yang akan saya blok
> termasuk google biar kontent local naik dan juga IIX ke pake bener
> SDM kita bisa melakukan apa saja bahkan lebih bisa dari pada vendor nya
> sekali pun :D
>
> contoh nya banyak sekali, seperti hacking, cracking dsb yang di lakukan
> sdm indonesia. kenapa ini gak di manfaatkan
(mas deska..unsri :D )

Mampuussss ga secchhh…terutama buat aku sendiri sich..kalo g**gle di blok…sekalian wi**pedia..ke ke ke..bisa ga lulus2 ntar aku (sekarang aja ga lulus2 :D ). Tapi….aku ga mau mengkritisi mas deska dari sisi ini koq..aku lebih senang melihat ternyata ada..mungkin banyak yang masih melihat bahwa kita harus segera bangun..harus segera bergerak…saatnya kita jadi produsen…dah terlalu lama kita terbelenggu kenikmatan menjadi konsumen.

Bukankah kita layak malu…dengan semua petisi2 yang kita perjuangkan untuk sebuah website hiburan….bahkan disertai cacian kepada pemerintah yang sudah berusaha untuk memperbaiki moral bangsa ini. Bukankah masih cukup banyak hal lain yang harus kita kritisi…tentang rendahnya produktivitasku (ku=rms produktivitas Indonesia).

Mari kita lihat fenomena UU ITE  ini dari sudut pandang yang lebih bijak..lebih dewasa mungkin…masih begitu besar begitu lebar lahan di dunia maya untuk kita tanami…kenapa kita harus “membeli jagung” dari hasil ladang orang lain saat kita sendiri mampu untuk “menanam jagung” di lahan yang kita pakai bersama.

Naek Munggah ke Puncak Pucuk

Naek munggah ke puncak..pucuk
tinggi-duwur sekali banget
kiri kiwo kulihat ndelok
banyak akeh pohon wit-witan

“My gratefull to THA”

tragedi of the month(tuts engineering)

Bismillah

Dah cukup bahasa2 sahdu, sendu kupakai untuk menggambarkan betapa beratnya, betapa sulitnya untuk menjalani hari-hari mati surinya laptieku. Hari-hari dimana dengan penuh kekhawatiran ku rawat meski tanpa kepastian. Sekarang akan kuganti bahasa dengan tata bahasa yang lebih ceria…lebih bebas…sebebas hatiku dari beban, resah dan kegelisahan akan kehilangannya.

Tapi mungkin ga sekarang sich, aku masih belum bisa dengan bebasnya berekspresi, seperti orang bilang, bagaikan paku pada sebidang kayu, saat kita coba untuk mencabutnya, tetap akan ada bekas yang tersisa. Mungkin begitu juga dengan perasaanku saat ini. Lagipula, laptieku belum sembuh total, tulang-tulang penyokongnya belum kuat, fungsi-fungsi syaraf yang belum kembali serta aroma capucino hangat yang cukup kental menghiasi kulitnya yang kini kusam.
Sebenarnya secara fungsi, laptieku 80% software udah berfungsi normal, cuman…keyboardku masih cukup alot. Tiap tuts seperti punya penyakit sendiri-sendiri, ada yang seperti beri-beri…ketika dipencet ga mau kembali ke atas…ada yang menjadi kutil, keras..tidak mau dipencet, ada juga yang malu-malu kucing..dipencet sich mau..tapi mau naek kembali …seperti putri malu…pelan…pelan sekali mungkin…meskipun pasti :D .
ketawa ketiwi juga sich ngeliat tuts tuts itu…seperti anak2 kecil yang beranjak dewasa..belajar dewasa dengan cara masing-masing..dengan media masing-masing. ato ketawaku ini hanyalah ungkapan ketawa getiir??(who knows, cause even I can’t find what I laugh about).
Segera kuendapkan semua yang pernah ku pelajari..segera mencari dukungan peralatan yang mungkin ada disekitarku..(metode mestakungnya di buku mestakung karangan Yohannes Surya). Bagai seorang koki masak, segera kusiapkan “resep” yang akan kupakai untuk mengembalikan performa tuts-tuts..syaraf-syaraf motorik dari laptieku:
1. Gelas bersih
2. air bersih..aquades..atau air mineral (a*ua)
3. kuas ukuran kecil
4. kaos kaki, wajib bersih :D (?????)
5. sabar…(harusnya no satu ini)

Segera kumulai..tuts engineering..mulai dari membuka tuts yang begitu keras..sampe terlihat semua otot-otot yang keras..seperti kram..susah kugerakkan.. Kuambil air di gelas dengan kuas merah yang dulu kubeli spesial buat menyambut kedatangan laptieku 3 tahun yang lalu…agar tidak terlalu basah, ku goreskan ke kaos kaki agar sebagian besar air terserap. Setelah itu, bersihkan seluruh otot-otot yang mendukung syaraf motorik tuts yang mulai kusam itu. Setelah selesai, pasang kembali penutup tuts tersebut.
Pertama-tama sich seperti itu..tapi kemudian tuts shift loncat dari tempatnya…arrrgghh..gimana masangnya lagi..yo wis pelan-pelan lah kupasang…musti sabar nich mikirku…padahal dunia tak lagi senja…padahal malam tak lagi muda…dah hampir jam setengah dua belas malam. Butuh waktu hampir 1/2 jam untuk memasang kembali fraktura itu.Setelah pengalaman shift ini..segera kuganti metode..kupakai kuas hanya membersihkan dari sela-selanya aja…hmmm ternyata cukup efektif koq. Keyboard menjadi kembali cukup empuk…setelah semua beres…kutinggalkan keyboardku…laptopku yang basah oleh air penyembuh itu…pengen juga segera ku hidupin..tapi masih takut kalo short :D . Yo wis lah..innallaaha ma’ashobiriin. Semoga Allah mengatur pertemuan yang lebih baik antara aku dan laptie ku.

Transformasi eM-Te ( Sebuah elegi ‘e’Minyak T’e'anah)

Tidak jauh dari rumah kontrakanku yang kecil, dekil, jorok tapi selalu ramai pengunjung(kayak taman safari aja :) ) ) terdapat sebuah warung nasi kecil berukuran kira2 2×6 (sedikit lebih kecil dari lab-ku) yang juga selalu ramai dan menjadi langganan anak-anak kontrakan(ga semua sech). Ga tau ya koq bisa madas (nama waruh tersebut) itu selalu ramai dikunjungi anak-anak kostan, pedagang keliling, serta tetangga yang malas untuk memasak. Padahal kupikir ga ada yang unik disana, rasa makanan yang dijual tak sedikitpun mendekati predikat spesial, malah kadang-kadang hambar :p.Tempat juga tidak terlalu bersih, pelayanan dari pimpinan perusahaan(sekaligus pembantu umum) juga tidak terlalu cepat. Tapi emang sich…harga yang dipatok ibu madas mampu bikin lidah ini ‘rileks’ menikmati hidangan yang ada. Misal nich, makanan kesukaanku disana “nasi+ati ayam+telor” Rp 3.000 ,- . Harga yang bisa bikin orang kenyang berfikir untuk makan lagi (ha ha ha jadi berlebihan dech :p ).

Aku sendiri sangat sering makan disana..eh ga makan sich..cuman mbungkus terus dimakan dirumah. Kebiasaan jelekku sebagai mahasiswa adalah jarang ngobrol :p. dah bertahun-tahun langganan madas, jarang sekali ngobrol dengan ibu madas, apalagi anaknya (…ehm..ehm).Yang kulakukan udah seperti ada SOP-nya,

  1. Masuk..bilang “bu, dibungkus donk”
  2. Si ibu datang membawa nasi yang sudah diletakkan diatas bungkus cokelat.
  3. Ibu nanya “sama apa mas”
  4. “Pake ati sama telor bu”
  5. Ati + telor ditambahkan ke nasi, dibungkus rapat sambil “3.000 mas”
  6. Bayar kemudian pulang.

Namun disuatu pagi yang cukup cerah…tiba-tiba si ibu ngomong ke aku (ato mungkin sekedar menggerutu) “wah, susah sekarang nyari minyak tanah, cuma dijatah X(satu digit) liter. krik..krik..krik..takjub..bingung…kaget…tiba-tiba si ibu curhat..wajar donk aku kaget :p. waduh..waduh…mak klakeb..ga punya ide mo ngomong apa waktu itu, cuma manthuk-manthuk terus 000…0000…0000(hitunglah berapa jumlah huruf o nya..jadi iklan dech).

Dan hati kecilku mulai bertanya-tanya…apakah harga-harga bakal naek lagi…apa pemerintah ga punya cukup mata untuk melihat penderitaan kisah hidup mahasiswa rantau ini. Mosok harga em-Te (bukan Tempe “yang juga mahal” lho) nyampe 3000 (number of the day :) ) ). Padahal…kalo ga salah waktu aku kecil dulusering disuruh nempil minyak tanah..eh..em-Te dening Gusti Pandita Ratu Simbah Putri cuma skitar 300 rupian/liter.

Jadi berfikir lagi (cieee…orang fakir banyak berfikir..:)) ). Apa kira-kira penyebab berbagai kekacauan ini? Hmmm..mungkin benar juga hukum ekonomi  yang dulu didengung-dengungkan oleh dosen ekonomi teknik (terima kasih pak Darwin) bahwa  nilai uang semakin lama akan semakin turun. Ataukah transformasi/reformasi yang sedang berjalan ini juga ikut mentransformasikan harga minyak tanah (masak se spesifik gitu sich). Atau mungkin juga para pelaku sejarah Indonesia tercinta ini telah berhasil mentransformasikan indonesia dari develop country menjadi “only-for” rich country?

oh iya…meneruskan tulisanku tadi, setelah peristiwa di madas itu, selama beberapa hari aku jadi rajin masang telinga dimana-mana (berlebihan deechhh), mengendus jejak dari gebrakan-gebrakan yang dilakukan sang eM-Te, melacak tindak-tanduknya yang begitu meresahkan masyarakat. Di layar kaca sering terlihat masyarakat negara “gemah ripah loh jinawi ini” yang mengeluh tentang harga-harga yang begitu tinggi.   Tidak hanya itu, tetangga2 juga “ngrasani” pemerintah..apalagi pedagang..uuuggghhh…ga ada habisnya mengeluh, dari yang jualang gorengan “cireng..mendoan..pisang..bla..bla..bla”, makanan kecil, sampe penjual in**mie goreng tempat ku mengeluh kesah saat lapar melanda di dini hari. Menurut penjual indo**e goreng “idola” anak2 kost saat ujian :p ini, dia membutuhkan eM-Te kurang lebih 5 liter/hari untuk menjalankan perusahaan miliknya. Dan sepertinya jumlah segitu tidak akan tercukupi dengan jatah yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Dumateng Kanjeng Gusti Sinuhun sedoyo, monggo dipun persani rakyatipun ngantri mundut lisah mambet kagem nguri-nguri jalmanipun ingkang sampun awujud balung dipun bungkus ngagem kulit. Silahkan menikmati pemandangan ini dari layar laptop high class yang anda perjuangkan, dari spring bed rumah mewah yang anda harap-harapkan ato mungkin sambil jalan melihat dari balik kaca mobil cantik yang anda perdebatkan. Kami para mahasiswa tahu..harga itu normal dinegeri seberang..namun..bisakah lebih anda perjuangkan daripada tetek-bengek gaji, tunjangan, pangkat dan jabatan yang selalu anda dengung2kan?

Manusia Super di Jembatan Setiabudi

Tanpa disadari terkadang sikap apatis menyertai saat langkah kaki
mengarungi tuk coba taklukkan ibukota negri ini. Semoga kita selalu diingatkan.
Sekedar berbagi cerita di forum orang orang super dalam keindahan hari ini :
Siang ini February 6, 2008 , tanpa sengaja ,saya bertemu dua manusia
super. Mereka mahluk mahluk kecil , kurus ,kumal berbasuh keringat. Tepatnya
diatas jembatan penyeberangan setia budi , dua sosok kecil berumur kira kira
delapan tahun menjajakan tissue dengan wadah kantong plastik hitam.
Saat menyeberang untuk makan siang mereka menawari saya tissue diujung
jembatan, dengan keangkuhan khas penduduk Jakarta saya hanya mengangkat
tangan lebar lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka     dengan ucapan “Terima kasih Oom !”. Saya masih tak menyadari kemuliaan mereka   dan cuma mulai membuka sed ikit senyum seraya mengangguk kearah mereka.
Kaki – kaki kecil mereka menjelajah lajur lain diatas jembatan , menyapa
seorang laki laki lain dengan tetap berpolah seorang anak kecil yang
penuh keceriaan, laki laki itupun menolak dengan gaya yang sama dengan saya,
lagi lagi sayup sayup saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil
mereka . Kantong hitam tampat stok tissue dagangan mereka tetap teronggok
disudut jembatan tertabrak derai angin Jakarta . Saya melewatinya dengan
lirikan kearah dalam kantong itu , duapertiga terisi tissue putih berbalut
plastik transparan .
Setengah jam kemudian saya melewati tempat yang sama dan mendapati
mereka tengah mendapatkan pembeli seorang wanita , senyum diwajah mereka
terlihat berkembang seolah memecah mendung yang sedang manggayut langit Jakarta .
” Terima kasih ya mbak .semuanya dua ribu lima ratus rupiah!” tukas mereka , tak lama siwanita merogoh tasnya dan mengeluarkan uang sejumlah sepuluh ribu rupiah .
” Maaf , nggak ada kembaliannya ..ada uang pas nggak mbak ? ” mereka menyodorkan kembali uang tersebut. Si wanita menggeleng, lalu dengan sigapnya anak yang bertubuh lebih kecil menghampiri saya yang tengah mengamati mereka bertiga pada jarak empat meter.
” Oom boleh tukar uang nggak , receh sepuluh ribuan ?” suaranya mengingatkan kepada anak lelaki saya yang seusia mereka . sedikit terhenyak saya merogoh saku celana dan hanya menemukan uang sisa kembalian food court sebesar empat ribu rupiah .
” Nggak punya , tukas saya !” lalu tak lama siwanita berkata ” ambil saja kembaliannya , dik !” sambil berbalik badan dan meneruskan langkahnya kearah ujung sebelah timur.
Anak ini terkesiap , ia menyambar uang empat ribuan saya dan menukarnya dengan uang sepuluh ribuan tersebut dan meletakkannya kegenggaman saya yang masih tetap berhenti , lalu ia mengejar wanita tersebut untuk memberikan uang empat ribu rupiah tadi. Siwanita kaget , setengah berteriak ia bilang ” sudah buat kamu saja , nggak apa..apa ambil saja !”, namun mereka berkeras mengembalikan uang tersebut. ” maaf mbak , Cuma ada empat ribu , nanti kalau lewat sini lagi saya kembalikan !” Akhirnya uang itu diterima siwanita karena sikecil pergi meninggalkannya.
Tinggallah episode saya dan mereka , uang sepuluh ribu digenggaman saya tentu bukan sepenuhnya milik saya . mereka menghampiri saya dan berujar ” Om , bisa tunggu ya , saya kebawah dulu untuk tukar uang ketukang ojek !”.
” eeh .nggak usah ..nggak usah ..biar aja ..nih !” saya kasih uang itu ke sikecil, ia menerimanya tapi terus berlari kebawah jembatan menuruni tangga yang cukup curam menuju ke kumpulan tukang ojek.
Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikan oleh anak yang satunya ,
” Nanti dulu Om , biar ditukar dulu ..sebentar “
” Nggak apa apa , itu buat kalian ” Lanjut saya
” jangan ..jangan Om , itu uang om sama mbak yang tadi juga ” anak itu bersikeras
” Sudah ..saya Ikhlas , mbak tadi juga pasti ikhlas ! saya berusaha membargain, namun ia menghalangi saya sejenak dan berlari keujung jembatan berteriak memanggil temannya untuk segera cepat , secepat kilat juga ia meraih kantong plastik hitamnya dan berlari kearah saya.
” Ini deh om , kalau kelamaan , maaf ..” ia memberi saya delapan pack tissue
” Buat apa ?” saya terbengong
” Habis teman saya lama sih Om , maaf , tukar pakai tissue aja dulu ” walau dikembalikan ia tetap menolak .
Saya tatap wajahnya , perasaan bersalah muncul pada rona mukanya . Saya kalah set , ia tetap kukuh menutup rapat tas plastic hitam tissuenya . Beberapa saat saya mematung di sana , sampai sikecil telah kembali dengan genggaman uang receh sepuluh ribu , dan mengambil tissue dari tangan saya serta memberikan uang empat ribu rupiah.
“Terima kasih Om , !”..mereka kembali keujung jembatan sambil sayup sayup terdengar percakapan ” Duit mbak tadi gimana ..? ” suara kecil yang lain menyahut ” lu hafal kan orangnya , kali aja ketemu lagi ntar kita kasihin …” percakapan itu sayup sayup menghilang , saya terhenyak dan kembali kekantor dengan seribu perasaan.
Tuhan ..Hari ini saya belajar dari dua manusia super , kekuatan kepribadian mereka menaklukan Jakarta membuat saya trenyuh , mereka berbalut baju lusuh tapi hati dan kemuliaannya sehalus sutra , mereka tahu hak mereka dan hak orang lain , mereka berusaha tak meminta minta dengan berdagang Tissue.
Dua anak kecil yang bahkan belum baligh , memiliki kemuliaan diumur mereka yang begitu belia.
YOU ARE ONLY AS HONORABLE AS WHAT YOU DO
Engkau hanya semulia yang kau kerjakan.
MT
Saya membandingkan keserakahan kita , yang tak pernah ingin sedikitpun berkurang rizki kita meski dalam rizki itu sebetulnya ada milik orang lain . “Usia memang tidak menjamin kita menjadi Bijaksana , kitalah yang memilih untuk menjadi bijaksana atau tidak” Semoga pengalaman nyata ini mampu menggugah saya dan teman lainnya
untuk lebih SUPER.
===========================================================

kepada siapapun yang menulis ini, terima kasih ya…

tragedi of the month(the laptie’s reborn day)

Dengan sedikit kekuatan tersisa, dengan bersandarkan pada selembar tipis harapan dapat berjumpa lagi dengan laptieku sayang aku berjalan gontai mendekati lab telmat. Begitu kabur harapanku, harapan untuk dapat bercengkrama dengannya lagi, berbagi suka…duka…, harapan untuk dapat membangkitkan kembali kenangan2 yang pernah kami lalui bersama. Namun, setipis apapun harapanku, masih kupaksakan tangan ini memasukkan kunci ke pintu, pelan dan pasti memutar anak kunci yang terasa begitu berat. Berat karena rasa takut tidak dapat bertemu lagi dengan  pendampingku di dunia maya itu.

Dengan gemeter…kuputar gagang pintu…kudorong pelan sambil berdoa…pelan dan pasti terlihat jasad laptieku tergeletak, terlihat begitu lemah, begitu pasrah namun tersenyum melihat kedatanganku. Begitu juga denganku yang tersenyum getir melihat dia tergeletak begitu lemah. Kudatangi perlahan-lahan..kubelai pelan..sambil tidak lupa berucap doa untuk kesembuhannya. Kubuka perlahan2 dengan penuh perhatian dengan penuh kesabaran.

Tampak kusam…sayu…laptie yang jarang kuperhatikan…terasa begitu penting ketika
semua perhatianmu padaku menghilang (http://effendisusanto.wordpress.com/category/nyomot/). Betapa selama ini tidak kusadari kehadirannya begitu berarti bagiku…Seperti kemaren..kembali kusambungkan infus 20 Volt/3.25 Ampere untuk menyokong hidupnya yang sudah begitu payah. Satu matanya menyala..nyala api kehidupan…belum begitu terang..namun cukup untuk menerangi harapan…menghadirkan keberanian untuk meneruskan seluruh kegiatan yang akan kulakukan. Pelan saja ku bangunkan dia..drrrrrr…rengek hardisk 40G dan tiittt bunyi decap bios memperlihatkan nyala kehidupan telah kembali ke laptie-ku….laptie-ku telah hidup kembali dari mati suri selama beberapa hari…namun…jendela windows tidak terbuka sempurna…seolah belum seluruh ingatannya kembali…banyak tutsnya yang mengeras…terkena pekatnya darah capucinno yang telah mengental di sendi-sendi tulang tuts. Tuts backspace juga entah kenapa tidak bisa digunakan…Namun,…aku sudah cukup bahagia dengan senyum manisnya…aku hanya harus sedikit lebih bersabar untuk merawatnya saja…Jangan takut laptie-ku. Akan kurawat engkau..kulindungi engkau…kujaga hingga engkau sembuh dari seluruh cidera yang sedang kau derita.

obrolan ra genah

Sore2 ngerti2 suryo (AR ’03) ngajak chat, isine yo jelas sampah :D.

Not worth to read :)). umm…tapi nek nganggur yo just enjoy it :D

(7:47:06 PM) ardhitect: Busy koq ol?!?!?!
(7:47:20 PM) ardhitect: busy yman po??!?!?!?
(7:47:42 PM) fendi: busy ne teles
(7:47:53 PM) ardhitect: edan
(7:48:04 PM) ardhitect: teles pon umum
(7:48:19 PM) fendi: wis ra payu
(7:48:49 PM) ardhitect: ning jik ono le… sik ng ngisor gsg salman kae jik sok ono sing nganggo
(7:49:20 PM) fendi: kae mung ngeyup soko udan

(7:50:06 PM) ardhitect: waton… aku tau ngematke telpon tenan ok
(7:50:28 PM) fendi: kuwi ethok2, isin ndak konangan nek ngeyup :p
(7:50:57 PM) ardhitect: wo… gek2 kowe kae
(7:51:07 PM) ardhitect: njut ngaku
(7:51:18 PM) fendi: :) )
(7:51:22 PM) ardhitect: wis pen ne isin rasah ngaku ra popo
(7:51:43 PM) ardhitect: yo wis sing ngerti awke dewe wong loro wae yo
(7:52:03 PM) fendi: iyo sur, tulung dijogo rahasia iki yo
(7:52:19 PM) ardhitect: mbayar ning!
(7:52:24 PM) fendi: ojo nganti ono sing reti
(7:52:31 PM) fendi: “bandem sendal”
(7:52:50 PM) ardhitect: sendal gurau
(7:53:28 PM) fendi: gurau pelajaran agama
(7:53:49 PM) ardhitect: wuh… percoyo aku
(7:53:55 PM) ardhitect: ne kowe sibuk banget
(7:54:01 PM) ardhitect: :) )
(7:54:31 PM) ardhitect: sing diomongke we, penting2 ngenne
(7:54:33 PM) fendi: aku chatting demi menjaga silaturahmi sur :) )
(7:54:49 PM) ardhitect: lagi ngopo tho?
(7:55:05 PM) ardhitect: ada yang bisa diganggu??
(7:55:06 PM) fendi: meh moco bahan ta
(7:55:27 PM) ardhitect: ket biyen bahan terus radadi-dadi
(7:55:35 PM) ardhitect: gek didandakke!
(7:55:52 PM) fendi: sik njahit kemplu koq :) )
(7:55:56 PM) ardhitect: ng samping tirta anugrah kae lho
(7:56:28 PM) ardhitect: kemplu ki opo tho?
(7:56:40 PM) ardhitect: ng daerahku radinggoe kuwi
(7:56:57 PM) ardhitect: dadi yo ngguyune ko sik
(7:57:18 PM) fendi: wah, kowe kudu kalibrasi boso jowo brarti
(7:57:29 PM) fendi: ben semakin lengkap boso jowomu
(7:58:01 PM) ardhitect: ng lab jurusanku raono alate-e
(7:58:28 PM) fendi: nang nggonmu onone mung kuas :D
(7:59:03 PM) ardhitect: weh ngece… saiki wis nganggo petelot ro dluang lee
(7:59:14 PM) ardhitect: karo pulas
(7:59:30 PM) ardhitect: ning ne mbusak yo jik nggo idu
(8:00:03 PM) fendi: tapi ra entuk di tip-X, dudu dihapus
(8:00:09 PM) fendi: nganti bolong
(8:00:22 PM) ardhitect: nulise salah
(8:00:23 PM) fendi: …emange geografi sma bu mia
(8:00:34 PM) ardhitect: sing pener tip-act
(8:00:55 PM) fendi: oh iyo, salah tulis..sik tak tip-act sik
(8:01:35 PM) ardhitect: wah idul fitri awake dewe kudu sawalan ng bu samiasih kiy
(8:01:45 PM) ardhitect: kowe siih
(8:01:53 PM) ardhitect: ngomong2 setip
(8:02:09 PM) fendi: skalian njaluk ngapuro sing bien2
(8:02:18 PM) ardhitect: hoo yiuk
(8:02:39 PM) ardhitect: jik mulang ra yo?
(8:02:41 PM) ardhitect: bu Mia
(8:03:00 PM) fendi: wis ora , wis pensiun le muni
(8:03:18 PM) fendi: gara2 angkatane dewe ketoke :p
(8:03:24 PM) ardhitect: daleme ngdi tho?
(8:03:27 PM) ardhitect: hehe
(8:03:36 PM) fendi: wah ra reti aku sur
(8:03:41 PM) fendi: suk golek i wae
(8:03:47 PM) ardhitect: yiuk
(8:03:57 PM) fendi: lebokne agenda kunjungan iduk fitrimu sik :D
(8:04:01 PM) fendi: ndak keliwatan mengko
(8:04:29 PM) ardhitect: wah aku ra kulino nulis agendae..randuwe
(8:04:47 PM) ardhitect: hpku we ra ono organiser-e
(8:04:54 PM) ardhitect: ma’lum
(8:05:22 PM) fendi: ganti hp berarti kowe..demi meminta maaf karo bu mia ki :D
(8:05:49 PM) ardhitect: yo wis ta ngorek2 tembok wae
(8:06:04 PM) ardhitect: mumpng kontrake tinggal 1/2 taun
(8:06:31 PM) fendi: pas kontrak entek paskw nang bu mia
(8:06:39 PM) fendi: bar soko bu mia, langsung nang bdg
(8:06:49 PM) fendi: njaluk ngapuro karo sing duwe kostan
(8:07:22 PM) ardhitect: hoo
(8:08:00 PM) ardhitect: ketoke biaya ngecete wis mlebu mbayar2 sing taun wingi koq
(8:08:13 PM) ardhitect: dadine ra tek kleru
(8:08:32 PM) fendi: kata-kata ra tek .. semakin menekankan nek kleru :) )
(8:08:56 PM) ardhitect: hoo po? sumbere ndi kuwi?
(8:09:09 PM) fendi: ketoke :) )
(8:09:11 PM) ardhitect: ra ilmiyah mesthi
(8:09:26 PM) ardhitect: mik njumputi seko primbon tho?
(8:09:32 PM) fendi: gaya tulismu ki koyo ferdiyan
(8:09:34 PM) fendi: whanita
(8:09:48 PM) ardhitect: hooe
(8:10:05 PM) ardhitect: ning kan ora kuwhi
(8:10:32 PM) ardhitect: rodo ndukun kw.. ky muslim
(8:10:51 PM) ardhitect: ng dee dukun rodo canggih
(8:11:03 PM) ardhitect: sing dibedek IP adressku
(8:11:23 PM) ardhitect: eh nulise adress po addres tho
(8:11:51 PM) fendi: lah..wah saiki muslim mbuka butik perdukunan to
(8:12:34 PM) ardhitect: ho’o.. ng wis patah arang. IP addresku dibedek kleru terus
(8:12:57 PM) fendi: bukane dukun2 biasane yo pancen salah
(8:13:29 PM) ardhitect: yo ning kan sing tetep nekat ra okeh.makane dukun ra tek okeh
(8:13:42 PM) ardhitect: ne okeh iso gawe sekolah
(8:14:01 PM) fendi: bukane emang ono sur
(8:14:21 PM) fendi: Sekolah Bukun tata pidana
(8:14:53 PM) ardhitect: Nyerah aku :) )
(8:15:47 PM) fendi: Sekolah Hukun dan Manajemen brarti
(8:17:12 PM) fendi: wis ah..sampah ki :D
(8:17:26 PM) fendi: tak nulis sik wae
(8:17:36 PM) ardhitect: yo sing semangat
(8:17:49 PM) ardhitect: ji…
(8:17:55 PM) ardhitect: ro…
(8:18:00 PM) ardhitect: lu!
(8:18:17 PM) ardhitect: assalamu’alaikum
(8:18:17 PM) fendi: hoaahheemm..ko reti2 ngantuk yo
(8:18:34 PM) fendi: wa’alaykumsalam

Tragedi of the month ( 2 days after the laptie’s doom day)

Memasuki lab di sore hari..pelan2 melihat laptie yang tergeletak lemah, terbujur kaku di atas meja kayu cokelat.Telah cukup lama kutunggu pertemuan dengan laptie-ku, cukup lama sudah aku bersabar demi pertemuan yang lebih bermakna. Hati-hati, pelan-pelan kusentuh dengan penuh kehangatan, penuh kekhidmatan dengan seluruh doa kupanjatkan demi kesembuhannya. Kusambungkan seluruh peripheral yang kubutuhkan demi kesembuhan laptie kesayanganku itu.
Bismillah…kukerahkan seluruh kekuatan untuk menghadapi semua kemungkinan yang akan terjadi jika kusentuh “power push button” tersebut. Tiba-tiba crashhh..sebuah short circuit terjadi pada penyambung antara power line dengan input power hole di laptie-ku.Cessss..terasa hilang 50% kekuatanku…seolah short circuit itu menyedot persediaan kekuatan dan keyakinan yang sudah kukumpulkan semalaman. Kuhidupkan pelan….drrrrr suara deru hardisk-ku melaju kencang..ditemani suara kipas processor yang menjerit dan ….pett tiba-tiba laptie-ku mati. Semakin hilang..semakin pasrah…kian luluh kekuatan yang kukumpulkan, seolah runtuh seluruh dunia yang begitu kukagumi.
Hatiku kian hancur…kucoba beberapa kali tetap saja laptie-ku mati. Sepertinya inilah akhir dari takdir laptie-ku tersayang…mungkin aku harus tambah bersabar..belum cukup lama kiranya aku menunggu, belum cukup semua kesabaran ini diuji. Namun, bolehlah kuistirahatkan sedikit lebih lama lagi mulut ke dunia mayaku itu.
Wah…semoga besok aku bernasib lebih baik :p. Akan kucoba lagi laptie kesayanganku itu, kudetakkan dengan pengejut jantung, seperti seorang dokter ketika mencoba mengembalikan nyawa serang pesakitan yang sudah hampir di Ctrl-C hidupnya oleh Allah.

« Previous PageNext Page »


 

November 2009
M T W T F S S
« Jul    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

a