simplify this complex world

March 15, 2010

Bismillah.. memulai posting-posting baru

Filed under: Espresso — effendisusanto @ 4:27 am

Bismillah..

Dengan satu kalimat mulia itu aku akan memulai lagi langkah sebagai siswa di kelas blogger.. mencoba belajar bagaimana menulis yang bijak dan manfaat, bukan tulisan-tulisan kesombongan, bukan pula menulis sesuatu yang rumit agar kelihatan keren namun hanya sekedar berbagi pengetahuan yang MASIH terekam dalam ingatan sebelum tergerus langkah-langkah kala.

Sudah sangat lama kutinggalkan blog ini.. dan untuk memulainya kembali ternyata tidak mudah, blog-ku seolah tidak lagi mengenali empunya. Hanya dengan kesabaran akan kucoba untuk menggandengnya kembali dalam rangka menapaki anak tangga kehidupan.

Bukan eksistensi yang kucari.. bukan pula aktualisasi diri.. hanya kesadaran diri akan ketidak mampuan untuk memaksimalkan kerja otak dalam mengingatlah yang menggodaku untuk kembali berarti. Kenapa berarti? karena tulisan menjadi bukti bahwa kita pernah menjadi sesuatu.. pernah melakukan sesuatu.. atau minimal kita pernah memikirkan sesuatu. Walau kadang hasil dari sesuatu itu adalah kegagalan.. itu tetap lebih baik karena “a sweet tea is a tea” maka “a bad result is still a result”.

July 28, 2008

Introspeksi communication ability

Filed under: Espresso — effendisusanto @ 8:17 am

“halo, pa kabar bos”,Di siang yg terik..tiba2 ada yg nongol di pidgin-ku..waduh ngapain orang ini??mo ganggu mesti…arggh kenapa musti disaat2 seperti ini?bikin tambah bete aja.

Hehehe..sering banget aku ngerasa seperti itu..ga tau..ga ngerasa nyaman aja ngobrol ama mereka. Hmm.. padahal aku juga sering banget nongol ngasal..ngrandom kalo mo ngajak chatting seseorang..

Ga semuanya enak buat diajak ngobrol..ada yg sombong lah..ada yg jutek lah..ada yang “menantang” lah.. meskipun kebanyakan enak sich diajak ngobrol..

Meskipun sering dihadapkan pada situasi seperti itu, aku ga pernah berkaca..bahwa posisiku juga mungkin ada pada posisi orang2 yang kuhindari kalo chatting. Mungkin aku sombong untuk beberapa orang.. mungkin juga jutek bagi yg laen.. umm ya walaupun kebanyakan bilang aku enak diajak ngobrol :p.

Hari ini kucoba melihat dari sisi yg lain sambil berharap semoga aku bukan orang yg dihindari ketika aku menyapa “halo, pa kabar bos”.

July 9, 2008

nyemir sepatu…sampah lah pokmen

Filed under: Espresso — effendisusanto @ 4:05 am

tadi pagi posting mengenai xxxxx fever…eh ternyata di kostanku lagi ada syndrome yg sama :)). Tapi yg ini laen..syndrome nyemir sepatu fever. Ga penting.. temen kostku si topan tiba2 beli semir sepatu + sikatnya, ga tau tuch anak lagi mulai kerja jadi gila rapi..ato rapi gilaaa.

Si andre ga mo kalah..ikut2an beli samhir sepatu juga. Jadilah mereka berdua orang paling berkompeten sebagai penyemir sepatu di kostanku. Adu rapi..adu keren..dan yg pasti adu mengkilap. Sampe saat ini topan masih memimpin.. tapi ga tahu ya kalo tiba2 andre dapat ilham dan nemuin cara baru untuk menyemir sepatu. Mereka bener2 sedang beradu inovasi tentang bagaimana cara menyemir yg paling bagus.

setelah beberapa hari pertarungan itu berjalan..anak2 yg tiap hari ngliat pertarungan nyemir mulai pengen ngerasain gimana sich nyemir. Akhirnya mereka semua jalan2lah ke PVJ (PVJ van Java). Dan karena ga ada sepatu akhirnya mereka membeli kutek kuku :)). Dan mereka berlomba2 mengkutek kuku masing-masing :)).

Mungkin anak2 ga pandai berfilsafat tapi sepertinya mereka sedang mencoba menghayati filsafat semir sepatu melalui semir kuku :))

xxxxx fever

Filed under: Espresso — effendisusanto @ 2:47 am

xxxxx syndrom…dua buah kata keren antik dan sok kebarat-baratan yg pada intinya adalah ikut-ikut…kalo orang dulu bilang membeo.

Ga tau entah salah didik..entah salah urus…entah salah pola hidup, yg pasti aku..temen2 kostku dan mungkin sebagian besar orang indonesia (masih mungkin) itu suka banget xxxxx fever. Hmmm…contohnya.

Ketika orang2 pertama kali ngeblog, banyak yg beranggapan halah buat apa nge blog ga penting bla bla bla.Ketika dah mulai banyak publikasi di tv dan blog mulai dianggap “keren”. Tiba-tiba berbondong2lah orang2 untuk membuat blog mesti kemudain ga pernah diisi (mak jleb jleb).

Badminton…argh..ga minat dech olahraga kek gitu..palagii dibandingin maen bola…beuuhh jauh lah.. jreng jreng jreng tiba2 event All England melanda..langsung semua jalan tumpah ruang dengan shutle koq yg masih terus dipake meski udah hinggap di jendela dan bulunya dah tinggal dua.

tantowi yahya..helmi yahya..para artis mulai menyebarkan demam smk…sampe di tv smk itu begitu indah dan istana sma begitu tidak berguna…mulailah arogansi sma turun..orang2 tua yg dulunya malu anaknya masuk smk mulai banyak cuap, apalagi yg dulu masuknya ke smk dengan cara meny-cuap..semakin puas dia bercuap cuap. Hanya karena iklan yg begitu simple..masuklah para lulusan smtp berbondong-bondong masuk ke smk. Sampe2 kemaren pas dimintain tolong mbenerin jaringan di suatu smk di cimahi, orang sana cerita “wah baru kali ini baru H+2 pembukaan, udah 300 siswa yg daftar” dan beliau juga bercerita kalo sma yg tahun2 dulu penuh saat pendaftaran, kini mulai sepi.. ya seperti inilah efekdari fever.

Dan yang pasti ketika orang2 mulai berteriak menggebu..melakukan protes terhadap semua bentuk kejanggalan…termasuk didalamnya fever ini, aku juga terkena protesing fever untuk xxxxx fever. Tidak suka akan xxxxx fever, padahal pada saat yg sama sedang terkena fever yang parah…semakin benci..semakin parahlah dia :)).

June 4, 2008

Tikus Kampung Tikus Kota (TikaTiko)

Filed under: Espresso — effendisusanto @ 3:06 am

Dulu waktu masih dikampung..aku pernah ikut acara gropyokan tikus di sawah..fuihh dapetnya tikus2 yang ukurannya segenggaman tangan…padahal kalo hari biasa kayaknya ga ada tikus..pas gropyokan tikus dapetnya banyak banget. Waktu pindah ke bandung..fuihh jadi kaget..hampir disetiap sudut kota ada tikus…gedhe2 lagi.

Jadi iseng bikin perbandingan antara tikus kampung dan tikus kota.

Tikus kampung tuch kecil-kecil.. Yang dimakan juga ‘cuma’ gabah2 petani kecil…mereka bekerja bergerombol…tapi dasar tikus kampung masih sembunyi sembunyi..takut takut..bekerja underground..umm kalo diambil kesimpulan sich..mereka type pencuri yang masih merasa malu ketahuan jadi pencuri. Dan para penjaga..para kucing masih berkuasa atas mereka..jadi mereka merasa takut kalo ada kucing-kucing lewat..ato mungkin didesa kucingnya adalah kucing pilihan..kucing dengan keberanian dan kejujuran

Tikus kota beda type…mereka gedhe-gedhe.. ngambilnya juga ga cukup yang kecil-kecil, mereka perampok dengan tampang keren..liat aja mereka jalan dengan santai..dengan badan segedhe gaban..ga merasa malu kalo ada kucing penjaga lewat..kalo kata ustadz “sudah hilang urat kemaluan mereka :p “. Kucing penjaga kayaknya takut dengan mereka…kalah “kuasa” keknya.ato jangan-jangan karena kota udah modern..udah ada kerjasama antara kucing dengan tikus-tikus gedhe itu?

Whateverlah…biarin aja tikus-tikus itu (sambil kesel dah bikin Indonesia hancur).

Langkah… satu kata yang harus terus tumbuh

Filed under: Espresso — effendisusanto @ 2:18 am

Setiap hari..setiap jam..setiap menit..setiap detik kita tak terasa kadang pergi begitu saja..berlalu seolah-olah tidak pernah melintas dalam benak ini…meninggalkan kita dalam penyesalan dan keterpurukan… meninggalkan kita dengan tawanya yang pongah. Eh..tapi apakah benar tawanya itu pongah? Ataukah hanya segelintir orang yang menganggapnya seperti itu? Apakah mungkin jika kita berusaha melihatnya dari sisi pandang yang lain akan terlihat tawanya yang begitu manis..begitu renyah terdengar..begitu indah terasa.

Tapi kenapa langkah itu harus terus tumbuh?

Ketika kakiku melangkah satu kali…disaat yang sama sang waktu melangkah satu kali juga…disaat aku berusaha mengerti…berusaha maju satu langkah…disaat itu juga sang waktu “berusaha” maju satu langkah pula…ketika aku memakan satu sendok eskrim dalam waktu sekejap..disaat itu pula sang waktu memakan sisa masa yang akan dia tempuh…dengan setia dia menemaniku saat aku maju melangkah..menungguku untuk lengah…menungguku untuk merasa cukup dan merasa puas..menungguku untuk melepaskan kepenatan saat merasa berlebih…disaat itulah dia dengan senyum sinisnya akan meninggalkanku…disaat itu juga dalam hati dia mentertawakan kebodohanku..dan disaat itu juga dia berkhianat kepadaku..meninggalkanku terseok-seok karena pada titik itulah aku tidak lagi dapat mengejarnya…dia tidak perlu berusaha mendahuluiku…dia tidak perlu hasrat untuk mengalahkanku…yang dia punya hanya sabar dan konsistensi…tiap langkah detik dia lakukan dengan konstan..berjalan secepat siapapun yang dia ikuti.. Namun ketika aku berhenti melangkah..dia terus melangkah..dalam sekejap waktu aku mengambil nafas..disaat itu pula dia melintasiku…

May 27, 2008

The wind of change in this Tuesday morning

Filed under: Espresso — effendisusanto @ 4:36 am

Every time I looked back my own post on this blog I feel that my blog has no taste, has no unique side. On this morning I decide to try a new way to post. Let’s re-learn how to write just like my friend said ” we are student who have to learn how to write”..and now I decide to get something from my own posting..I have to learn from my own blog.

But…when I would like to start a global change on my own blog..the main problem suddenly appear. What unique taste can I proud of from my blog…I need to find the power inside my post..just like I said to my friend yesterday..don’t be relax gays cause I’ll come back soon with more powerful post..more powerful weapon to defeat your blog.

I hope this extremely change will give me more space to learn..enlarge my vision to pass through this difficult path..and the main purpose is to higher my own horizon-line.

I know I just dream this morning..but I know exactly that my dream will come true..Lets dream together my friend..dreaming how to be a global wind of change agent.

April 28, 2008

saat jadi mahasiswa VS saat jadi pekerja

Filed under: Espresso — effendisusanto @ 7:49 am

hasil karya ngobrol ma f*b*i….eh *e*r* :p tentang gimana orang yang udah bekerja. Banyak pelajaran yang kudapat dari dia..meskipun cuma beberapa menit kami berjalan bersama..ngobrol bersama :D. Namun..beberapa perbandingan bisa ku ambil

saat mahasiswa ku pengen maen futsal ga punya uang, yo wis sabar..nabung dikit2 ampe uang terkumpul..terus nyari temen yang seminat…setelah menunggu ampe uang terkumpul..maenlah kami.

Saat jadi pekerja..ku pengen maen futsal..sekarang dah banyak uang yang kupunya…pengen maen tiap hari pun uang masih sisa…namun kini aku tak punya waktu untuk bermain..dan masalah utamanya adalah…aku tidak bisa menabung waktu…

Saat jadi mahasiswa..pengen makan di waroeng-steak musti nunggu punya uang…nunggu sminggu gapapa lah..pas dapat uang…hmmm makan di waroeng cari harga yang murah…saat dimakan rasanya emang nikmat banget…bisa2 keingetan semalam rasa dilidah..

Saat jadi pekerja..pengen makan di waroeng-steak kapan pun bisa (asal buka)..uang tidak lagi jadi masalah..namun jadi sering banget makan disana..lama2 bosen…yo wis cuma jadi kenyang aja…tidak lagi terasa sensasi nikmatnya.

Saat jadi mahasiswa…pengen segera berakhir..pengen berhenti dari belajar…pengen segera selesai…padahal masih sempet bobo siang…bangun karipan..nge-game larut malam..dan ilmu tetep bertambah..

Saat jadi pekerja..pengen jadi mahasiswa lagi…ilmu tidak lagi bertambah..kebosanan dah mulai merambah..bangun bersama mentari dan pulang untuk menjemput sang rembulan…impiaan kami sederhana..kami hanya ingin bobo siang..kami hanya ingin menyapa mentari pagi di balik selimut tebal dan berseloroh dengan rembulan dengan secangkir cokelat hangat..

Saat jadi mahasiswa..eh..pelajar..tiap hari ketemu keluarga…tidak terasa begitu berharga…Namun saat jadi pekerja…bisakah kita sekedar menyapa keluarga..bercanda tawa…saling ejek saling hina??

Kadang aku berharap…ku bisa menabung waktu2 yang terbuang..hingga cukup waktuku untuk berbagi.

April 22, 2008

try to call….

Filed under: Espresso — effendisusanto @ 11:35 am

Sore hari ini…ga tau..hari ini bener2 ga bersahabat dengan waktu saya…argggghh…tapi ya sudahlah emang manajemen waktu saya yang jelek kali ya. Tapi meskipun hari ini menyebalkan…kenapa musti ditutup oleh kejadian konyol ini…arrrgghhh kesel…lucu…konyoll…aneh lah pokoknya.

Ceritanya sore ini aku diminta salah seorang dosen buat integrasi antara asterisk*, PBX(telephone exchange), wireless access point untuk media akses voip via handphone dual gsm-wifi serta sebuah mesin aneh dari pt *u*sar berupa converter…atau lebih tepat disebut penyambung lidah dari gsm ke rj-11(kita namai gphone aja dech biar pendek). Udah 3 hari sich alat2 itu ngendon di lab ku kcuali gphone yang baru dikasih siang ini. H-2…atau dua hari yang lalu koneksi antara x-lite(laptie-ku sayang) <-> asterisk* <-> pbx(telephone analog) sudah berjalan lancar. H-1…wireless sudah jalan(ternyata cuman kabel wireless ke switchnya ngaco :p)..jadi x-lite <->asterisk<->hp-wireless sukses berjalan..begitu juga dengan telepon analog.

Menginjak hari ini…siang hari gphone dianter ke lab-ku. He..he..he maenan baru nich..segera aja aku coba pasang…eh..baru nyadar..ini inputnya mana..cara aksesnya gimana…cara ngechek sukses ganya gimana??hmmm…hmmm…cari manual ternyata ga ada..segera browsing ke www.*u*sar.co.id .arrgghh..manual cuma 2 lembar..itupun yang buat cdma…yang ke gsm ga ada filenya…ya udah dech..sabar..sabar. Lagipula cdma ama gsm khan sama aja secara fisik..ooo ternyata bener harus make simcard..segera saja tanpa ragu..tanpa ampun kubuka…lho koq tempat simcardnya dililin?tuingg…tuing..yo wis segera aja kutelp *u*sar itu..(di sana ditulis 24 jam lho)

telepon ke no bandung (022)****8*** ……… …. … MAAF TELEPON YANG ANDA HUBUNGI BELUM TERPASANG
arrggghhh…ini perusahaan beneran ga sech??oke..sabar..sabar…coba no-telp ke dua
telepon ke no bandung (022)****9*** ……… …. … MAAF TELEPON YANG ANDA HUBUNGI BELUM TERPASANG
arrgghhhh..mulai emosi aku…(kalo di game diner dash..kepalanya dah panas..dah beruap dan hatinya tinggal 2)
coba ke no jogja deh (0274) *******…… …. ….MAAF TELEPON YANG ANDA HUBUNGI TIDAK BISA MENERIMA PANGGILAN..
mana ini 24 jam yang dituliss…(hati kalo di diner dash tinggal atu nich)…alternatif terakhir..telepon no semarang ..(024)*******…. ….

*u*sar : ada yang bisa saya bantu pak?
abdi : cara masang sim card di gphone gimana ya pak?
*u*sar : ga bisa dipasang sendiri pak musti datang ke counter kami di bandung nanti dipasang teknisi kami disana…
AAARRRRGGGHHHHHHH…TOLONGGGGGGGG…..

April 14, 2008

Saling pinjam ala rektor…

Filed under: Espresso — effendisusanto @ 10:27 am

Beberapa hari yang lalu ngobrol ma temen…cerita-cerita mengenai dunia kampus..dunia mahasiswa..dosen-dosen dan tentu saja mengenai pemimpin para dosen dan mahasiswa itu sendir. Sang alenatore..bapak jenderal direktur…presidennya dunia kampus…yang terhormat bapak rektor.

Apa ya yang diobrolin waktu itu??….agak lupa juga :)) (tertawa getir seorang pelupa).  Yang pasti salah satu bahan obrolannya mengenai seperti apa sich para rektor kalo berkumpul…kalo ngobrol n sharring. Nach..kebetulan dulu pernah ngurusi video conference yang menghubungkan beberapa rektor universitas tinggi di Indonesia. Ada Rektor ITS..Rektor UI..Rektor..dll.

Nach..yang seru obrolan mereka ternyata ga melulu masalah teknis…kadang bercandaan ato berbangga-banggaan. Ga penting gitu dech…eh..ada juga sich yang isinya tentang pinjam-meminjam..kucuplik seingatku aja ya…dengan bahasa yang lain tentu aja…Insya Allah isinya sama:

  • Rektor UGM : Wah..denger2 ITS menang lomba robot lagi..selamat ya pak
  • Rektor ITS : Wah..kebetulan aja koq pak…terima kasih dah memberi selamat
  • Rektor UI : Masak ga pernah bagi-bagi sich…diambil ITS terus..
  • Rektor UI : Sekali-sekali UI pinjam piala lomba robot dari ITS pak
  • Rektor ITS : Kalo saya pribadi sich ga masalah pak…silahkan saja kalo mau pinjam piala itu
  • Rektor ITS : tapi kalo anda mampu mengambilnya…
  • Aku dan kawan-kawan :…arggghhh…tantangan yang sangat menusuk…

Kapan ya..aku bisa ikut ngobrol ga penting di forum yang seharusnya cukup penting itu :D.

Next Page »

Blog at WordPress.com.